Tampilkan postingan dengan label Hosting dan Domain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hosting dan Domain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2009

Membuat Web Menggunakan Macromedia Dreamweaver (4)

Sebelum masuk lebih dalam lagi ke alam tidur (kayak hipnotis aja :D) membaca postingan ini, saya menyarankan Anda untuk membaca 3 postingan sebelumnya yang berhubungan dengan postingan ini agar lebih mudah dalam memahaminya. Tenang saja, semua tutorial dreamweaver ini gratis buat pembaca sekalian, tanpa mengenal batas usia dan apalah....halah...^^
  1. Membuat Web Menggunakan Macromedia Dreamweaver (1)
  2. Membuat Web Menggunakan Macromedia Dreamweaver (2)
  3. Membuat Web Menggunakan Macromedia Dreamweaver (3)
Postingan ini sebenarnya ingin saya tulis pada bagian yang ke-3, namun saya berpikir untuk membaginya agar lebih enak mempelajarinya. Masih pada cara membuat web dengan dreamweaver, berikut langkah-langkahnya:
  1. Saya asumsikan pembaca telah melakukan pengaturan Site yang ingin Anda buat. Jika belum melakukannya tidak masalah, kita bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya.
  2. Buka program Dreamweaver pada komputer Anda.
  3. Pilih menu File --> New (Ctrl + N), maka akan muncul sebuah kotak dialog New Document.
  4. Pilih tab General. Pada kotak Category pilih Basic Page, sedangkan pada kotak Basic Page, pilih HTML. Kemudian klik tombol Create.
  5. Simpan terlebih dahulu dokumen baru tersebut ke dalam folder gud_webku yang telah kita buat pada postingan Membuat Web Menggunakan Macromedia Dreamweaver (3). Jika pembaca tidak melakukan langkah-langkah pada postingan tersebut, silahkan simpan di sembarang folder. Simpan dengan nama index.html.
  6. Di dalam Panel Files pada bagian Local view, akan muncul sebuah file baru di dalam folder gud_webku bernama index.html. Double klik file index.html untuk membuka halaman index.html dan melakukan editing pada file tersebut.
  7. Sekarang coba pembaca menulis sebuah kalimat : "Ini Halaman Utama" pada file tersebut. Silahkan berkreasi dengan Properties untuk mengatur warna, jenis, dan ukuran tulisan. Misalkan kita memberi warna Merah.
  8. Pilih File --> Save untuk meyimpan perubahan yang telah kita lakukan.
  9. Kembali ke bagian Panel Files. Sekarang pilih Remote View. Pembaca akan melihat folder rem_webku namun belum terdapat file didalamnya karena belum kita masukkan file apapun.
  10. Pada Dreamweaver, terdapat fasilitas Put dan Get. Fasilitas ini diperlukan untuk melakukan pemindahan file web dari komputer ke server atau sebaliknya. Jika kita ingin memasukkan file web ke server atau biasa disebut sebagai upload, maka kita pilih site pada bagian Local view, kemudian melakukan Put (artinya kita memindahkan file dari local ke server). Sedangkan jika kita ingin melakukan perubahan atau modifikasi file yang ada pada server, maka kita bisa mendownloadnya ke local dengan memilih server view dan melakukan Get (artinya kita mengambil file dari server ke local). Untuk memindahkan file index.html yang telah kita simpan pada folder local (gud_webku) ke dalam folder remote (rem_webku), masuk ke bagian Local view lalu klik tombol Put berupa tanda panah ke atas yang berwana biru.
  11. Setelah melakukan langkah 10, masuk kembali pada bagian Remote view. Pembaca akan melihat file index.html telah ter-copy pada folder rem_webku.
  12. Sekarang kembali lagi pada Local view (aduh..capek nih bolak balik..hihhiihi). Buatlah sebuah halaman baru seperti pada langkah 4. Isi halaman baru tersebut dengan tulisan :"Ini Profile Saya". Kemudian simpan dengan nama "profile.html". Sekarang akan ada file profile.html pada folder gud_webku.
  13. Double klik kembali file index.html, sehingga kita akan masuk pada halaman editing index.html tersebut. Buatlah sebuah tulisan lagi misalnya :"Profile". Pada bagian ini kita akan mencoba membuat sebuah link dimana ketika kita mengklik tulisan Profile tersebut pada halaman utama, maka akan menuju ke halaman profile.html yang telah kita buat.
  14. Drag tulisan "Profile" tersebut. Setelah itu, pada bagian Properties, perhatikan sebuah kotak dengan tulisan Link. Kotak itu berfungsi untuk menuliskan URL halaman yang akan dituju jika kita mengklik link.
    Karena kita ingin menuju file profile.html tadi, klik tombol gambar folder yang ada disamping kanan kotak tersebut. Maka akan muncul kotak dialog memilih file yang akan dituju. Pilih file profile.html pada folder gud_webku yang telah kita buat pada langkah 12.
  15. Pilih menu File --> Save untuk menyimpan perubahan yang telah kita lakukan.
  16. Lakukan Put File(s) seperti langkah 10 untuk memasukkan file tersebut kedalam folder remote.
  17. Pembaca juga boleh melihat kode-kode HTML yang telah tercipta pada halaman web yang Anda buat tersebut dengan memilih layar Code.
  18. Untuk melihat hasilnya, silahkan buka kembali file index.html (double klik dari bagian Panel Files) lalu tekan tombol F12 pada keyboard Anda, atau dapat langsung mengklik file index.html dari folder rem_webku.
Oke, itu merupakan langkah-langkah dasar yang bisa kita lakukan dalam membuat web dengan Dreamweaver. Saya harap pembaca sudah sedikit memahami bagaimana sebuah software web design seperti Dreamweaver digunakan dalam membuat web. Sebenarnya masih banyak lagi fungsi-fungsi lain yang bisa kita dapatkan dari Dreamweaver. Tapi paling tidak, pembahasan yang telah saya postingkan tersebut bisa memberikan pencerahan dasar bagi pembaca yang memang ingin mendesain website sederhana atau mengerti apa dan bagaimana sebenarnya website itu. Artinya, kita tidak perlu mengetahui terlalu dalam jika memang tidak membutuhkannya. Apalagi sekarang kita bisa memanfaatkan blog dan CMS yang serba gratis dan mudah digunakan. Yach, paling tidak bisa dimanfaatkanlah jika ingin mempermak blog, atau bisa mengerti apa yang sedang kita gunakan dan kita edit :D.

Selamat Mencoba...

»»  read more

Senin, 09 Februari 2009

Perbedaan Free Domain dengan Pay Domain

Setelah kita berbicara mengenai apa saja perbedaan free hosting dengan pay hosting, baik kelebihan maupun kekurangan dari keduanya, maka saat ini akan kita lanjutkan membahas perbedaan free domain dengan free hosting. Secara umum, perbedaan keduanya hampir sama dengan perbedaan antara free hosting dan pay hosting, jika tidak dikaitkan dengan fungsinya. Berikut perbedaan keduanya dilihat dari kelebihan dan kekurangan free domain dan pay domain:

FREE DOMAIN
Kelebihan:
  1. Sama halnya dengan free domain, kita mendapatkannya secara gratis.
  2. Kita bisa mendapatkannya dengan cepat setelah melakukan registrasi pada web provider free domain tersebut. Berbeda halnya dengan pay hosting dimana untuk mendapatkannya kita harus melakukan pembayaran dan kemudian konfirmasi.
Kekurangan:
  1. Minim bantuan jika mengalamai gangguan. Kalaupun ada biasanya respon dari provider tersebut cukup lama, padahal jika tidak segera diperbaiki, akan sangat mempengaruhi website kita, baik dari segi brand maupun segi profit jika kita memanfaatkan website untuk bisnis.
  2. Tidak mendapatkan asuransi maupun jaminan jika terjadi gangguan sehingga kita mengalami kerugian.
  3. Sulit terlisting pada mesin pencari seperti google dan yahoo, karena kemungkinan dianggap sebagai SPAM.
  4. Nama domain terlihat kurang bagus karena mengandung kata atau huruf dari provider yang melekat pada domain tersebut. Misalnya, kita mendapatkan domain gratis dari provider "tuan.net", maka mereka akan memberikan nama domain kita sebagai: www.websitegue.tuan.net. Padahal harapan kita sebenarnya adalah www.websitegua.net. Hal ini juga menyebabkan nama domain menjadi lebih panjang dan sulit diingat.
  5. Ada anggapan bahwa domain yang kita peroleh bukanlah sebuah domain utama, namun merupakan sebuah subdomain dari provider domain gratis tersebut, sehingga ditakutkan visitor yang membuka website kita tidak dihitung/direkam sebagai pengunjung website kita, tetapi pengunjung web provider tersebut.
  6. Terkadang membuat pengunjung website meragukan kredibilitas kita, apalagi jika kita menggunakan website untuk bisnis. Tentu yang muncul adalah keraguan dan ketakutan dari pengunjung dan menganggap kita tidak serius karena tidak mau mengeluarkan modal untuk biaya membeli domain saja.
PAY DOMAIN
Kelebihan:
  1. Kita bisa mendapatkan nama domain yang kita inginkan tanpa disertain embel-embel nama provider, asalkan nama domain yang ingin kita beli belum terdaftar diinternet (belum digunakan oleh orang lain).
  2. Kita boleh memilih jenis domain yang kita inginkan, baik itu .com, .net, .ac.id, dan lain-lain. Mengenai jenis-jenis domain ini serta harga domain akan kita bahas pada postingan berikutnya.
  3. Kita bisa mendapatkan bantuan dengan cepat dan tepat dari provider domain tersebut ketika kita mengalami gangguan.
  4. Domain yang kita beli merupakan sebuah main domain, bukan subdomain dari provider pay domain tersebut.
  5. Pengunjung akan lebih yakin dengan kredibilitas kita sebagai pemilik sebuah website yang serius.
  6. Tidak akan terjadi penghapusan domain secara sepihak dari provider sebelum masa penggunaannya habis. Kalaupun sudah habis, kita akan diberi tenggat waktu untuk melakukan perpanjangan penggunaan nama domain.
Kekurangan:
  1. Saat ini harga sebuah domain bagi sebagian orang masih relatif mahal khususnya untuk jenis domain tertentu, misalnya .com, .co.id, dan lain-lain.
  2. Tidak bisa langsung menggunakannya setelah mendaftarkan domain tersebut. So pasti kita harus membayar dulu kemudian mengaktivasi.he3x
»»  read more

Kamis, 05 Februari 2009

Perbedaan Free Hosting dengan Pay Hosting

Hosting merupakan hal yang sangat penting dalam dunia website, karena website yang telah kita desain akan menjadi sia-sia jika tidak segera dihostingkan dan hanya menjadi penyempit hardisk komputer kita, dan orang lain tidak bisa melihatnya. Maka blog ini akan mencoba memberikan tambahan pandangan mengenai seluk beluk hosting web. Untuk mendapatkan space hosting, kita bisa melakukannya dengan cara membeli (lebih tepatnya menyewa) dari suatu provider hosting berbayar atau mendapatkannya dari secara gratis dari provider free hosting yang ada didunia ini. Baik free hosting maupun pay hosting tentu ada ada keuntungan dan kerugiannya. Berikut beberapa perbedaan dari keduanya:

A. Hosting Gratis (free hosting)
Kelebihan:
  • Yang pasti kita mendapatkannya gratis..tis..tis..alias gak bayar sama sekali.
Kekurangan:
  • Space dan bandwidth yang terbatas. Perlu diperhatinkan bahwa dalam memilih hosting, parameter yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah space dan bandwidth. Space berkaitan dengan ruang yang tersedia sebagai tempat kita menyimpan file-file website, sedangkan bandwidth merupakan batasan akses data perbulannya. Mengenai kedua parameter ini, akan lebih kita bahas pada postingan selanjutnya.
  • Fitur hosting yang terbatas, misalnya layanan email, database, dan-lain-lain
  • Pada umumnya ada banner iklan dari provider free hosting yang kita gunakan yang muncul pada halaman website kita, . Hal ini bisa mengurangi estetika website sebab peletakan banner tersebut sering sembarangan karena terpasang otomatis. Namun, ada juga hosting gratis yang memperbolehkan kita tidak menampilkan banner-banner mereka.
  • Minim bantuan jika mengalamai gangguan. Kalaupun ada biasanya respon dari provider tersebut cukup lama, padahal jika tidak segera diperbaiki, akan sangat mempengaruhi website kita, baik dari segi brand maupun segi profit jika kita memanfaatkan website kita untuk bisnis.
  • Tidak ada asuransi atau jaminan dalam penggunaan layanan. Bila suatu saat terjadi gangguan yang menyebabkan kerusakan pada website kita bahkan yang palign parah kehilangan seluruh data website, kita tidak bisa serta merta melayangkan tuntutan kepada provider free hosting mengingat kita mendapatkan layanan mereka juga secara cuma-cuma.
  • Sulit terlisting pada mesin pencari seperti google dan yahoo, karena kemungkinan dianggap sebagai SPAM.
  • Menggunakan layanan hosting terkadang membuat pengunjung website meragukan kredibilitas kita, apalagi jika kita menggunakan website untuk bisnis. Tentu yang muncul adalah keraguan dan ketakutan dari pengunjung dan menganggap kita tidak serius karena tidak mau mengeluarkan modal untuk biaya hosting saja. Tapi mungkin bagi pembaca yang tidak menggunakan website untuk bisnis, hal ini tidak menjadi persoalan.
  • Ada kemungkinan akun kita ditutup secara sepihak, dan kita hanya bisa diam saja sambil gigit jari.
  • Ada kemungkinan tidak selamaya gratis.
Yach, meskipun kekurangan free hosting lebih banyak dari pada kelebihannya, namun kelebihan itu sepertinya masih mampu mengabaikan kekurangannya.he3x.

B. Hosting Berbayar (pay hosting)
Kelebihan:
  • Fitur hosting yang lengkap. Meskipun fitur-fitur bergantung pada paket hosting yang kita beli, namun pada umumnya fitur hosting berbayar lebih lengkap dari pada yang gratis. Ya iyalah, masak ya iya donk, namanya juga dibayar, bukan di todong :)
  • Tidak terdapat banner iklan dari provider yang muncul pada website kita. Kecuali kita pasang sendiri.
  • Bantuan yang cepat dan tepat. Biasanya respon dari customer service-nya lebih cepat ketika kita melayangkan pertanyaan untuk meminta bantuan. Hal ini menjadi keharusan bagi mereka sebab mereka tentu tidak mau konsumen menjadi tidak puas sehingga berujung pada kerugian mereka sendiri.
  • Lebih mudah terdaftar kedalam mesin pencari seperti Google dan Yahoo. Hal ini tentu semakin mempercepat orang lain untuk mengunjungi website kita karena dapat membukanya melalui mesin-mesin pencari tersebut.
  • Ada jaminan atau asuransi dalam menggunakan layanannya, sehigga kita tidak perlu khawatir kehilangan data atau terjadi kerusakan tanpa ada pertanggungjawaban. Kita bisa melakukan tuntutan pada penyedia layanan tersebut karena kita telah membayar mereka.
  • Kredibilitas kita lebih terjaga dan bisa menghilangkan keraguan maupun ketakutan dari pengunjung terutama jika kita melakukan jual beli melalui website kita. Selain itu, jika kita menggunakan website untuk bisnis affiliasi, para advertiser tentu lebih percaya dan menganggap kita lebih serius.
Kekurangan:
  • Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan space hosting masih sangat mahal. Sebagai contoh, pada saat posting ini di-publish, di salah satu provider hosting yang ada di Indonesia yaitu www.dapurhosting.com, biaya untuk menyewa space sebesar 200 Mb dengan bandwidth 25 Gb adalah Rp 300.000 per tahun. Bagi pembaca yang mungkin baru mencoba membuat website tentu hal tersebut cukup memberatkan.
Semoga penjelasan diatas cukup bisa memberikan gambaran untuk dijadikan pertimbangan bagi pembaca dalam mendapatkan layanan hosting, dan bisa melengkapi pertimbangan yang telah saya berikan pada postingan yang terdahulu mengenai hosting. Berikutnya kita akan membahas mengenai perbedaan free domain dan pay domain serta tips-tips dalam memilih hosting dan domain.


»»  read more

Kamis, 01 Januari 2009

Hosting dan Domain

Sebelum memulai belajar mendesain website, termasuk didalamnya blog ataupun CMS, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu istilah-istilah yang sering dan umum digunakan dalam dunia internet khususnya yang berhubungan dengan web. Salah satu yang perlu kita ketahui adalah hosting dan domain. Blog ini akan membahas apa sebenarnya arti istilah hosting dan domain serta mengetahui perbedaan hosting dan domain tersebut.
Website dapat saya umpamakan sebagai sebuah rumah dimana rumah itu sendiri dibangun di suatu tempat dan mempunyai sebuah alamat. Barang-barang kepunyaan kita tentu disimpan di dalam rumah tersebut. Selain itu, jika orang lain ingin mengunjungi rumah kita maka yang perlu diketahui oleh orang tersebut adalah alamat rumah kita misalnya Jl. Mawar Berduri No 21. Tanpa rumah kita tentu tidak bisa menyimpan barang-barang keperluan kita, dan tanpa alamat orang lain tentu tidak bisa mengunjungi rumah kita.

Seperti halnya rumah tersebut, web yang kita bangun juga perlu sebuah tempat untuk menyimpannya halaman-halamannya dan juga file-file yang digunakan dalam website kita. Dalam dunia internet, penyimpanan file-file website kita disebut HOSTING. Jadi hosting adalah penyimpanan file-file website kedalam jaringan internet (internetwork) dimana tempat penyimpanan itu sendiri disediakan oleh sebuah ISP (Internet Server Provider) atau biasa disebut sebagai webserver. Dengan tersimpannya website kita kedalam internet tentu orang akan bisa mengunjungi website kita dari tempat-tempat yang bisa mengakses internet dan kapan saja karena sudah tersimpan secara online di dalam internet.

Agar website kita dapat dikunjungi, maka website tersebut harus mempunyai alamat yang bisa diketahui oleh orang lain. Alamat website disebut dengan istilah DOMAIN. Biasanya domain ditulis dengan awalan http://www ataupun www. Misalnya http://www.anakranto.co.cc. HTTP (HyperText Transfer Protocol) itu sendiri merupakan sebuah aturan atau standar yang digunakan untuk membuat sebuah hubungan antara perangkat-perangkat pengakses internet guna memanggil halaman-halaman WWW (word wide web) atau secara sederhana disebut halaman-halaman internet.

Sebenarnya, domain digunakan untuk mempermudah orang dalam melakukan hubungan pada jaringan yang dituju dimana website yang ingin dilihat tersimpan. Karena pada dasarnya, yang ada adalah alamat IP (Internet Protokol Address) yang merupakan deretan angka-angka biner yang digunakan sebagai identifikasi dari sebuah komputer di internet. Tentu sangat sulit jika harus mengingat deretan angka-angka tersebut, apalagi jika harus berkunjung ke banyak website. Sehingga digunakanlah sebuah domain sebagai alternatif deretan angka-angka tersebut. Kita bisa memilih beberapa jenis domain. Ada yang berakhiran .com, .co.id, .org, .ac.id, dll, tergantung kebutuhan kita. Misalnya untuk lembaga komersil pada umumnya berakhiran .com ataupun .co.id (di Indonesia). Untuk lembaga pendidikan menggunakan .ac.id, dan untuk organisasi biasanya menggunakan .org.

Lalu, bagaimana pula dengan URL? Apa sih itu? URL (Uniform Resource Locator) merupakan suatu format tertentu yang menandakan alamat dari suatu sumber baik itu file atau dokumen yang telah tersimpan di internet. Domain sendiri bisa disebut sebagai sebuah URL dari website kita secara keseluruhan. Namun, saya sendiri beranggapan bahwa URL menunjukkan alamat yang lebih spesifik dari tiap-tiap sumber atau dokumen yang ada di internet atau dengan kata lain URL merupakan alamat dimana sebuah dokumen atau file tersimpan. Sehingga bisa disimpulkan bahwa tiap sumber yang tersimpan di internet mempunyai URL yang berbeda-beda. Seperti yang pernah saya contohkan pada postingan sebelumnya, contoh sebuah URL adalah http://www.website-anda.com/fotoku.jpg. URL tersebut merupakan alamat sebuah file dengan nama fotoku.jpg.

Bagaiman mendapatkan hosting maupun domain website? Di dunia internet banyak provider (webserver) yang menyediakan layanan hosting ataupun domain gratis atau yang bayar. Untuk hosting ataupun domain yang bayar harganya juga bervariasi tergantung layanan yang diberikan dan kapasitas serta lama penggunaannya (dapat diperpanjang). Sedangkan DOMAIN GRATIS biasanya provider-nya akan menyisipkan link ataupun iklan kedalam website kita atau domain yang kita dapatkan biasanya mengandung kata atau alamat providernya. Domain yang saya contohkan di atas merupakan domain gratis dengan provider di http://www.co.cc. Baik DOMAIN GRATIS maupun HOSTING GRATIS ada kekurangan dan kelebihan masing-masing. Untuk mengetahui perbedaan hosting bayar dan hosting gratis serta perbedaan free domain dan domain berbayar silahkan pembaca buka disini.

Hmm, saya rasa pembaca yang mungkin masih baru mengenal arti website sudah sedikit mengerti tentang istilah-istilah tersebut. Kalau belum mengerti atau masih bingung jangan sungkan-sungkan untuk bertanya atau berdiskusi dengan saya. Bagaimanpun, postingan ini hanya memberikan gambaran secara umum tentang istilah-istilah yang akan muncul selama kita belajar website di blog ini. Fokus kita selanjutnya adalah bagaimana membuat sebuah web termasuk didalamnya blog maupun CMS. Duh, dari dulu penulis sering menyebut istilah CMS. Apa sih itu? Tenang dulu, kita pasti akan mebahas itu, tapi ada baiknya kita belajar secara bertahap. Dan saya akan mempersiapkan langkah-langkah yang berurutan sehingga kita lebih mudah belajarnya. Namun, jika pembaca ternyata bingung atau merasa langkah-langkah tersebut tidak urut, maka saran pembaca sangat diharapkan. Karena dalam dunia marketing salah satu yang harus diperhatikan adalah Voice of Customer (VOC)..:)

»»  read more